Skip to Main Content
PROMO: Diskon hingga 20% dan garansi 1 tahun untuk semua produk! Belanja Sekarang
Home / Blog / Prosedur Pengujian Slump Test Abrams
25 April 2026 Oleh Tim Sawarga Teknik

Prosedur Pengujian Slump Test Abrams: Panduan Lengkap dan Standar SNI

Prosedur Pengujian Slump Test Abrams: Panduan Lengkap dan Standar SNI

Slump test Abrams adalah metode pengujian empiris yang digunakan untuk menentukan konsistensi dan tingkat kemudahan pengerjaan (workability) dari beton segar sebelum diaplikasikan pada konstruksi. Pengujian ini sangat krusial untuk memastikan bahwa campuran beton tidak terlalu kering atau terlalu cair, yang dapat berdampak fatal pada kekuatan dan daya tahan struktur bangunan.

Bagi para kontraktor dan praktisi teknik sipil, memahami prosedur pengujian slump test yang benar dan sesuai standar (SNI 1972:2008 atau ASTM C143) adalah kewajiban mutlak. Kesalahan kecil dalam prosedur dapat menghasilkan data yang tidak valid.

Artikel ini, akan membahas secara tuntas mulai dari persiapan, alat yang dibutuhkan, hingga langkah-langkah presisi dalam melakukan slump test.

Mengapa Pengujian Slump Beton Sangat Penting?

Tujuan utama dari pengujian slump adalah untuk mengukur workability atau kelecakan beton segar. Nilai slump akan mengindikasikan rasio air-semen (Water-Cement Ratio) dalam campuran.

  • Jika beton terlalu kental (nilai slump rendah): Beton akan sulit dituang, dipadatkan, dan diratakan, berisiko menimbulkan rongga atau honeycomb pada struktur.
  • Jika beton terlalu cair (nilai slump tinggi): Indikasi kelebihan air yang akan menurunkan kuat tekan beton dan memicu terjadinya segregasi (pemisahan agregat kasar dan pasta semen).

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Untuk mendapatkan hasil yang presisi dan diakui secara teknis, Anda tidak bisa menggunakan alat sembarangan. Pastikan Anda menggunakan peralatan laboratorium sipil yang terkalibrasi. Berikut adalah alat yang wajib disiapkan:

  1. Kerucut Abrams (Slump Cone): Cetakan berbentuk kerucut terpancung dengan diameter dasar 20 cm, diameter atas 10 cm, dan tinggi 30 cm.
  2. Tongkat Pemadat (Tamping Rod): Batang baja masif berbentuk bulat dengan panjang 60 cm dan diameter 16 mm, dengan ujung dibulatkan (setengah bola).
  3. Plat Dasar (Base Plate): Alas datar, tidak menyerap air, dan kaku (biasanya terbuat dari baja).
  4. Sendok Spesi (Sekop Kecil): Untuk memasukkan beton segar ke dalam kerucut.
  5. Pita Ukur (Meteran) atau Penggaris Baja: Untuk mengukur penurunan (slump) beton.
  6. Kain Lap Basah: Untuk melembapkan alat sebelum digunakan.

Persiapan Sebelum Pengujian

Sebelum memulai prosedur pengujian slump test Abrams, lakukan persiapan krusial berikut:

  • Pastikan kerucut Abrams dan plat dasar dalam keadaan bersih dari sisa beton kering.
  • Lembapkan bagian dalam kerucut dan permukaan plat dasar menggunakan kain basah. Hal ini mencegah alat menyerap air dari campuran beton segar yang akan diuji.
  • Letakkan plat dasar di tempat yang rata, kokoh, dan bebas dari getaran.

Langkah-Langkah Prosedur Pengujian Slump Test Abrams

Berikut adalah prosedur standar pengujian slump beton yang dioptimalkan untuk keakuratan tinggi:

Tahap 1: Pemosisian dan Pengisian Lapis Pertama

  1. Letakkan kerucut Abrams di atas plat dasar.
  2. Operator harus menginjak pijakan (sayap) pada bagian bawah kerucut agar kerucut tidak bergeser atau terangkat selama pengisian.
  3. Isi kerucut dengan beton segar hingga 1/3 volume kerucut (kira-kira tinggi 7 cm dari dasar).

Tahap 2: Pemadatan (Penusukan)

  1. Padatkan lapisan pertama dengan menusukkan tongkat pemadat (tamping rod) sebanyak 25 kali secara merata ke seluruh permukaan.
  2. Pastikan penusukan tidak menyentuh plat dasar, melainkan hanya sampai pada batas bawah lapisan tersebut.

Tahap 3: Pengisian dan Pemadatan Lapis Kedua & Ketiga

  1. Isi kembali beton segar hingga mencapai 2/3 volume kerucut (kira-kira tinggi 16 cm).
  2. Tusuk kembali sebanyak 25 kali. Pastikan tongkat pemadat masuk sedikit menembus ke lapisan pertama.
  3. Isi kerucut hingga penuh, bahkan sedikit melimpah dari bibir atas kerucut.
  4. Tusuk lagi sebanyak 25 kali. Sama seperti sebelumnya, ujung tongkat harus menembus sedikit ke lapisan kedua.

Tahap 4: Perataan dan Pengangkatan Kerucut

  1. Setelah penusukan terakhir, ratakan permukaan beton di bagian atas kerucut menggunakan gerakan menggergaji dan memutar dengan tongkat pemadat.
  2. Bersihkan sisa beton yang tercecer di sekitar plat dasar.
  3. Tahan kerucut dengan tangan, lalu lepaskan injakan kaki dari pijakan.
  4. Angkat kerucut Abrams secara vertikal ke atas dengan hati-hati, stabil, dan tanpa gerakan melintir. Proses pengangkatan ini harus dilakukan dalam waktu 2 hingga 5 detik. Keseluruhan proses dari pengisian hingga pengangkatan tidak boleh lebih dari 2,5 menit.

Tahap 5: Pengukuran Nilai Slump

  1. Letakkan kerucut Abrams secara terbalik di sebelah beton yang telah runtuh/turun.
  2. Letakkan tongkat pemadat secara horizontal di atas kerucut yang terbalik sehingga membentang di atas spesimen beton.
  3. Ukur jarak vertikal dari bagian bawah tongkat pemadat ke titik pusat (tengah) permukaan beton yang turun.
  4. Jarak inilah yang disebut sebagai Nilai Slump, yang biasanya dinyatakan dalam satuan milimeter (mm) atau centimeter (cm).

Jenis-Jenis Hasil Slump Test

Setelah kerucut diangkat, bentuk beton yang turun akan menunjukkan karakteristik campurannya:

  • True Slump (Slump Sebenarnya): Beton turun secara merata dengan bentuk yang tetap simetris. Ini adalah hasil yang diharapkan dan menunjukkan campuran yang baik dan kohesif.
  • Shear Slump (Slump Geser): Separuh bagian atas beton bergeser atau miring ke satu sisi. Ini menandakan campuran kurang kohesif atau prosedur pengujian terganggu. Uji ulang perlu dilakukan.
  • Collapse Slump (Slump Runtuh): Beton benar-benar runtuh dan menyebar rata. Ini indikasi jelas bahwa beton terlalu basah (kadar air sangat tinggi).

Standar Nilai Slump Beton Berdasarkan Penggunaannya

Nilai slump yang disyaratkan bervariasi tergantung pada elemen struktur yang dibangun. Sebagai acuan umum:

  • Pelat lantai, jalan beton (perkerasan): 25 - 75 mm
  • Pondasi telapak, dinding sub-struktur: 50 - 100 mm
  • Kolom, balok, dan dinding beton bertulang: 75 - 150 mm
  • Beton yang dipompa (Pumped Concrete): 100 - 200 mm

Pastikan Akurasi Pengujian Bersama CV. Sawarga Teknik

Membaca prosedur pengujian slump test Abrams di atas menunjukkan betapa pentingnya presisi dari setiap tahap dan alat yang digunakan. Alat yang penyok, berkarat, atau tidak standar akan memberikan nilai slump yang keliru, dan pada akhirnya merugikan proyek miliaran rupiah.

Sebagai pusat alat lab sipil terpercaya, CV. Sawarga Teknik memproduksi dan mendistribusikan Slump Test set yang terkalibrasi presisi, dan sesuai standar SNI/ASTM.

Jangan kompromikan kualitas beton Anda. Kunjungi katalog produk kami di sini atau hubungi tim sales kami untuk mendapatkan penawaran alat uji beton kualitas terbaik hari ini.

Bagikan Artikel: