Aggregate Impact Test adalah instrumen laboratorium yang dirancang khusus untuk mengevaluasi ketahanan agregat terhadap beban kejut atau impak secara mekanis. Alat ini menjadi standar utama dalam pengujian material perkerasan jalan untuk memastikan kualitas agregat memenuhi spesifikasi teknis yang ditentukan.
Fungsi utama alat ini adalah untuk menentukan nilai Aggregate Impact Value (AIV). Melalui pengujian ini, Anda dapat memprediksi kemampuan agregat dalam menahan degradasi atau pecahnya butiran akibat beban lalu lintas yang bersifat dinamis dan tiba-tiba pada konstruksi lapis permukaan.
Fitur Utama Aggregate Impact Test
- Konstruksi Heavy-Duty Steel: Rangka baja solid yang menjamin kestabilan alat saat proses penumbukan berlangsung.
- Safety Locking Bar: Fitur keamanan krusial untuk mengunci palu penumbuk saat tidak digunakan guna mencegah kecelakaan kerja.
- Built-in Counter: Dilengkapi penghitung otomatis untuk memastikan jumlah tumbukan tepat sesuai prosedur standar BS-812.
- Cylindrical Measure Presisi: Wadah sampel dengan material baja mekanis yang tahan lama dan memiliki dimensi akurat.
- Tamping Rod Galvanized: Batang penumbuk berlapis galvanis yang tahan karat untuk pemakaian jangka panjang di lingkungan laboratorium.
Daftar Kelebihan Aggregate Impact Test
- Akurasi Hasil Tinggi: Desain alat mengikuti parameter BS-812 sehingga hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.
- Daya Tahan Material: Menggunakan material baja pilihan yang tahan terhadap korosi dan keausan akibat gesekan material agregat.
- Operasional Ergonomis: Mekanisme pengoperasian yang mudah memudahkan teknisi dalam melakukan pengujian berulang.
- Standar Keamanan: Adanya sistem pengunci memberikan ketenangan bagi operator selama proses persiapan sampel.
Cara Menggunakan Aggregate Impact Test
- Pastikan alat berada pada permukaan lantai yang rata dan keras (beton) untuk stabilitas maksimal.
- Siapkan sampel agregat yang lolos ayakan 12.5 mm dan tertahan pada ayakan 10 mm dalam kondisi kering.
- Masukkan sampel ke dalam Cylindrical Measure dalam tiga lapis, di mana setiap lapis ditumbuk 25 kali menggunakan Tamping Rod.
- Ratakan permukaan sampel hingga sejajar dengan bibir silinder pengukur.
- Posisikan silinder berisi sampel pada dasar mesin impak dan pastikan terkunci dengan benar.
- Lepaskan palu penumbuk dari ketinggian standar untuk memberikan beban kejut pada sampel.
- Lakukan penumbukan sebanyak 15 kali dengan interval waktu antar tumbukan tidak kurang dari satu detik.
- Setelah selesai, keluarkan sampel dan lakukan penyaringan untuk menghitung persentase material yang hancur (AIV).
Contoh Pengaplikasian
Unit ini wajib dimiliki oleh laboratorium uji material, kontraktor jalan raya, hingga instansi pemerintah untuk pengawasan mutu proyek infrastruktur. Alat laboratorium teknik sipil ini sangat krusial dalam menentukan apakah agregat dari kuari tertentu layak digunakan sebagai bahan aspal atau beton struktural.
Informasi Harga: Perlu diketahui bahwa harga material baja dan komponen pabrikasi bersifat fluktuatif mengikuti perkembangan pasar. Silakan hubungi tim marketing Sawarga Teknik untuk mendapatkan penawaran harga terbaru dan konsultasi teknis lebih lanjut.